Our Services

In response to clients’ business dynamics, PMC offers implementation consultancy, customized in-house training, public seminars, assessment and outsourcing in the area of Strategy, People, Process and Technology.   Performance and Management System More »

Our Concepts

1. VISION AND MISSION Our Vision is: “To become a leading management consulting company in Indonesia” To accomplish its vision, the PMC mission will: To enlarge and enrich clients’ paradigms Assist clients More »

About Us

‘There is not truth in the world but merely paradigm’ (Gustave Flaubert). One is able to see a truth from his/ her paradigm, whilst the other finds other truth from his/her. Consequently, More »

 

4.6 Management review

4.6 Management review
Top management shall review the organization’s OHSAS management system, at planned intervals, to ensure its continuing suitability, adequacy and effectiveness. Review shall include assessing opportunities for improvement and the need for changes to the OHSAS management system, including the OHSAS policy and OHSAS objectives. Records of the management reviews shall be retained;

Input to management reviews shall include:
a) Resuls of internal audits and evaluations of compliance with other requirement to which the organization subscribes;
b) The results of participation and consultation (see 4.4.3);
c) Relevant communication(s) from external interested parties, including complaints;
d) The OHSAS performance of the organization;
e) The extent to objectives have been met;
f) Status of incident investigations, corrective actions and preventive actions;
g) Follow-up actions from previous management reviews;
h) Changing circumstances, including developments in legal and other requirements related to OHSAS; and
i) Recommendation for improvement.

The outputs from management reviews shall be consistent with the organization’s commitment to continual improvement and shall include any decisions and action related to possible changes to:
a) OH&S performance;
b) OH&S policy and objectives;
c) Resources; and
d) Other elements of the OH&S management system.

Relevant outputs from management review shall be made available for communication and consultation (see 4.4.3)

4.6 Tinjauan Manajemen
Manajemen puncak harus meninjau system manajemen K3 organisasi, secara terencana, untuk menjamin kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya secara berkelanjutan. Proses tinjauan manajemen harus termasuk penilaian kemungkinan-kemungkinan peningkatan dan kebutuhan perubahan system manajemen K3, termasuk kebijakan K3 dan tujuan-tujuan K3. Catatan hasil tinjauan manajemen harus dipelihara.

Masukan tinjauan manajemen harus termasuk;
a) Hasil audit internal dan evaluasi kesesuaian dengan peraturan perundangan dan persyaratan lain yang relevan dimana organisasi menerapkannya;
b) Hasil-hasil dari partisipasi dan konsultasi (lihat 4.4.3)
c) Komunikasi yang berhubungan dengan pihak-pihak eksternal terkait, termasuk keluhan-keluhan;
d) Kinerja K3 organisaahan;
e) Tingkat pencapaian tujuan-tujuan;
f) Status penyelidikan insiden, tindakan perbaikan dan pencegahan;
g) Tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya;
h) Perubahan yang terjadi, termasuk perkembangan dalam peraturan perundangan dan persyaratan lain terkait K3; dan
i) Rekomendasi peningkatan.

Hasil dari tinjauan manajemen harus konsisten dengan komitment organisasi untuk peningkatan berkelanjutan dan harus termasuk setiap keputusan dan tindakan yang terkait dengan kemungkinan perubahan;
a) Kinerja K3;
b) Kebijakan dan tujuan-tujuan K3;
c) Sumberdaya ; dan
d) Elemen-elemen lain system manajemen K3

Hasil-hasil yang relevan dengan tinjauan manajemen harus disediakan untuk kebutuhan komunikasi dan konsultasi (4.4.3)

4.5.5 Internal audit

4.5.5 Internal audit
The organization shall ensure that internal audits of the OH&S management system are conducted at planned intervals to:
1. Determine whether the OH&S managements system:
a) Conform to planned arrangements for OH&S management, including the requirements of this OHSAS Standards; and
b) Has been properly implemented and is maintained; and
c) Is effective in meeting the organization’s policy and objectives;
2. Provide information on the results of audits to management.

Audit programme(s) shall be planned, established, implemented and maintained by the organization, based on the results of risk assessments of the organization’s activities, and the results of the previous audits.

Audit procedure(s) shall be established, implemented and maintained that address;
a) The responsibilities, competencies, and requirements for planning and conducting audits, reporting results and retaining associated records; and
b) The determination of audit criteria, scope, frequency and methods.

Selection of auditors and conduct of audits shall ensure objectivity and the impartiality of the audit process.

4.5.5 Audit internal
Organisasi harus membuat dan memelihara program dan prosedur untuk pelaksanaan audit system manajemen K3 secara berkala, agar dapat:
1) Menentukan apakah system manajemen K3:
a) Sesuai dengan pengaturan yang direncanakan untuk manajemen K3, termasuk persyaratan Standar OHSAS ini, dan
b) Telah diterapkan dan dipelihara secara baik dan
c) Efektif memenuhi kebijakan dan tujuan-tujuan organisasi
2) Memberikan informasi tentang hasil audit kepada pihak manajemen.

Program audit harus direncanakan, dibuat, diterapkan dan dipelihara oleh organisasi, sesuai dengan hasil penilaian risiko dari aktivitas-aktivitas organisasi, dan hasil audit waktu yang lalu.

Prosedur audit harus dibuat, diterapkan dan dipelihara yang menjelaskan:
a) Tanggung jawab, kompetensi, dan persyaratan untuk merencanakan dan melaksanakan audit,melaporkan hasil audit dan menyimpaan catatan-catatan terkait; ddan
b) Menetapkan criteria, ruang lingkup, frekuensi dan metode audit.

Pemilihan auditor dan pelaksana audit harus memastikan objectivitas dan independensinya selama proses audit.

4.5.4 Control of record

4.5.4 Control of record
The organization shall establish and maintain records as necessary to demonstrate conformity to the requirements of its OH&S management system and of this OHSAS Standard, and the results achieved.

The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for the identification, storage,protection, retrival,retention and disposal of records.

Records shall be and remain legible, identifiable and traceable.

4.5.4 Pengendalian catatanion
Organisasi harus membuat dan memlihara catatan sesuai keperluan untuk memperlihatkan kesesuaian dengan persyaratan system manajemen K3 organisasi dan Standar OHSAS ini, serta hasil-hasil yang dicapai.

Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk mengambil , menahan dan membuang catatan-catatan.

Catatan harus dan tetap dapat dibaca, teridentifikasi dan dapat dilacak.

4.5.3.2 Nonconformity, corrective action and preventive action

4.5.3.2 Nonconformity, corrective action and preventive action
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for dealing with actual and potential nonconformimity(ies) and for taking corrective action and preventive action. The procedure(s) shall define requirements for:
a) Identifying and correcting nonconformity(ies) and taking action(s) to mitigate their OH&S consequences;
b) Investigating nonconformity(ies), determining their couse(s) and taking actions in order to avoid their recurrence;
c) Evaluating the need for action(s) to prevent nonconformity(ies) and implementing appropriate actions designed to avoid their occurrence;
d) Recording and communicating the results of corrective action(s) and preventive action(s) taken;and
e) Reviewing the effectiveness of corrective action(s) and preventive action(s) taken.

Where the corrective action and preventive action identifies new or changed hazard or the need for new or changed controls, the procedure shall require that the proposed actions shall be taken through a risk assessment prior to implementation.

Any corrective action and preventive action taken to eliminate the causes of actual and potential nonconformity(ies) shall be appropriate to the magnitude of problem and commensurate with the OH&S risk(s) encountered.

The organization shall ensure that any necessary changes arising from corrective action and preventive action are made to the OH&S management system documentation.

4.5.3.2 Ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan
Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk manangani ketidaksesuaian-ketidaksesuaian yang actual dan potensial dan untuk melakukan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan.

Prosedur harus menetapkan persyaratan-persyaratan untuk:
a) Mengidentifikasi dan memperbaiki ketidaksesuaian dan mengambil tindakan perbaikan untuk mengurangi dampak K3.
b) Menyelidiki ketidaksesuaian, menetapkan penyebab-penyebab dan mengambil tindakan-tindakan untuk mencegah terjadi lagi.
c) Evaluasi kebutuhan untuk melakukan tindakan pencegahan dan menerapkan tindakan yang dirancang untuk mencegah agar tidak terjadi;
d) Mencatat dan mengkomunikasikan hasil-hasil tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan yang dilakukan;
e) Meninjau efektifitas tindakan perbaikan dn tindakan pencegahan yang dilakukan.

Bila tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan menimbulkan adanya bahaya-bahaya baru atau yang berubah atau perlu adanya pengendalian baru atau diperbaiki, prosedur harus mensyaratkan bahwa tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan sudah melalui penilaian risiko sebelum diterapkan.

Setiap tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan yang diambil untuk menghilangkan akar penyebab ketidaksesuaian yang actual dan potensial harus sesuai dengan besarnya masalah dan seimbang dengan risiko-risiko K3 yang dihadapi.
Organisasi harus memastikan bahwa setiap perubahan yang timbul dari tindakan perbaikan dan pencegahan dibuatkan dalam dokumentasi system manajemen K3

4.5.3.1. Incident investigation

4.5.3 Incident investigation, nonconformity, corrective action and preventive action
4.5.3.1. Incident investigation
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) to recort, investigate and analyse incidents in order to:
a) Determine underlying OH&S deficiencies and other factors that might be cousing or contributing to the occurrence of incidents;
b) Identify the need for corrective action;
c) Identify opportunities for preventive action;
d) Identify opportunities for continual improvement;
e) Communicate the results of such investigations.

The investigations shall be performed in a timely manner.

Any identified need for corrective action or opportunities for preventive action shall be dealt with in accordance with the relevant parts of 4.5.3.2

The results of incident investigations shall be documented and maintained.

4.5.3 Penyelidikan insiden, ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan pencegahan.
4.5.3.1 Penyelidikan insiden
Organisasi harus membuat, menetapkan dan memelihara prosedur untuk mencatat, menyelidiki dan menganalisis insiden-insiden untuk:
a) Menetapkan penyebab penyimpangan K3 dan factor-faktor lain yang dpat menyebabkan atau berkontribusi atas terjadinya insiden;
b) Mengidentifikasi kebutuhan untuk mengambil tindakan perbaikan;
c) Mengidentifikasi kesempatan untuk melakukan peningkatan berkelanjutan;
d) Mengkomunikasikan hasil-hasil dari penyelidikan.

Penyelidikan ini harus dilakukan dalam waktu yang terukur.

Setiap tindakan perbaikan yang diambil atau kesempatan untuk melakukan tindakan pencegahan harus terkait dan sesuai dengan 4.5.3.2

Hasil dari penyelidikan insiden harus didokumentasikan dan dipelihara.

4.5.2 Evaluation of compliance

4.5.2 Evaluation of compliance
4.5.2.1 Consistent with its commitment to compliance (see 4.2c), the organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for periodically evaluating compliance with applicable legal requirements (see 4.3.2).

The organization shall keep records of the results of the periodic evaluations.

NOTE The frequency of periodic evaluation may vary for differing legal requirements.

The organization shall evaluate compliance with other requirements to which it subscribes (see 4.3.2).. The organization may wish to combine this evaluation with the evaluation of legal compliance referred to in 4.5.2.1 or to establish a separate procedure(s).

The organization shall keep records of the results of the results of the periodic evaluations.

NOTE The frequency of periodic evaluation may vary for differing legal requirements to which the organization subscribes.

4.5.2 Evaluasi Kesesuaian
4.5.2.1 konsisten dengan komitmen organisasi untuk kepatuhan (lihat 4.2c), organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk secara periodic mengevaluasi kepatuhannya kepada peraturan perundangan yang relevan (lihat 4.3.2)

Organisasi harus menyimpan catatan-catatan hasil dari evaluasi kesesuaian periodiknya.

CATATAN Frekuensi evaluasi periodic bisa bervariasi sesuai dengan peraturan perundangannya.

Organisasi harus mengevaluasi kepatuhannya dengan persyaratan lain di mana mendapatkannya (lihat 4.3.2) Organisasi dapat menggabungkan evaluasi ini dengan evaluasi kepatuhannya kepada peraturan perundangan sesuai dengan 4.5.2.1 atau membuat prosedur yang terpisah.

Organisasi harus menyimpan catatan-catatan hasil dari evaluasi periodiknya.

CATATAN Frekuensi evaluasi periodic bisa bervariasi sesuai dengan persyaratan lain di mana organisasi mendapatkannya.

4.5.1 Performance measurement and monitoring

4.5 Checking
4.5.1 Performance measurement and monitoring
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) to monitor and measure OH&S performance on a regular basis. This procedure(s) shall provide for:
a) Both qualitative and quantitative measures, appropriate to the needs of the organization;
b) Monitoring of the extent to which the organization’s OH&S objectives are met;
c) Monitoring the effectiveness of controls (for health as well as for safety)
d) Proactive measures of performance that monitor conformance with the OH&S programme(s) controls and operational criteria;
e) Reactive measures of performance that monitor ill health, incidents (including accidents nearmisses, etc.) and other historical evidence of deficient OH&S performance.
f) Recording of data and results of monitoring and measurement sufficient to facilitate subsequent corrective action and preventive action analysis.
If equipment is required to monitor or measure performance, the organization shall establish and maintain procedures for the calibration and maintenance of such equipment, as appropriate.

Records of calibration and maintenance activities and results shall be retained.

4.5 Pemeriksaan
4.5.1 Pemantauan dan pengukuran kinerja
Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja K3 secara teratur. Prosedur ini harus dibuat untuk:
a) Pengukuran kualitatif dan kuantitatif , sesuai dengan keperluan organisasi;
b) Memantau perluasan yang memungkinkan tujuan K3 organisasi tercapai.
c) Membantu efektifitas pengendalian pengendalian ( untuk kesehatan juga keselamatan);
d) Mengukur kinerja secara proaktif untuk memantau kesesuaian dengan program manajemen K3, pengendalian dan criteria operasional.
e) Mengukur kinerja secara reaktif untuk memantau kecelakaan, sakit penyakit, insiden (termasuk nyaris terjadi, dll) dan bukti catatan lainpenyimpangan kinerja K3;
f) Mencatat data dan hasil pemantauan dan mengukur kecukupan untuk melakukan analisis tindakan perbaikan dan pencegahan lanjutan.

Jika peralatan pemantauan digunakan untuk mengukur dan memantau kinerja, organisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk kalibrasi dan pemeliharaan peralatan tersebut, sesuai keperluan.

Catatan hasil kalibrasi dan pemeliharaan dan hasil-hasil harus disimpan.

4.4.7 Emergency preparedness and response

4.4.7 Emergency preparedness and response
The organization shall establish, implement and maintain procedure(s):
a) To identify the potential for emergency situations;
b) To respond to such emergency situations.
The organization shall response to actual emergency situations and prevent or mitigate associated adverse OH&S consequences.
In planning its emergency response the organization shall take account of the needs of relevant interested parties, e.g. emergency and neighbours.
The organization shall also periodically test its procedure(s) to respond to emergency situations, where practicable, involving relevant interested parties as appropriate.
The organization shall periodically review and, where necessary, revise its emergency preparedness and response procedure(s), in particular, after periodical testing and after the accurrence of emergency situations (see 4.5.3)
4.4.7 Kesiapsiagaan dan Tanggap darurat
Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur;
a) Untuk mengidentifikasi potensi keadaan darurat
b) Untuk menanggapi keadaan darurat.
Organisasi harus menanggapi keadaan darurat actual dan mencegah atau mengurangi akibat-akibat penyimpangan terkait dengan dampak-dampak K3.
Dalam perencanaan tanggap darurat organisasi harus mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan pihak-pihak terkait yang relevan, missal jasa keadaan darurat dan masyarkat sekitar.
Organisasi harus pula secara berkala menguji prosedur untuk mananggapi keadaan darurat, jika dapat dilakukan, melibatkan pihak-pihak terkait yang relevan sesuai keperluan.
Organisasi harus meninjau secara periodic dan, bila diperlukan, merubah prosedur kesiapsiagaan dan tanggap darurat, secara khusus, setelah pengujian periodic dan setelah terjadinya keadaan darurat (lihat 4.5.3)

4.4.6 Operational Control

4.4.6 Operational Control
The organization shall determine those operations and activities that are associated with the identified hazard(s) where the implementation of controls is necessary to manage the OH&S risk(s). This shall include the management of change (see 4.3.1)
For those operations and activities, the organization shall implement and maintain:
a) Operational controls, as applicable to the organization and its activities; the organization shall integrate those operational controls into its overall OH&S management system.
b) Controls related to purchased goods, equipment and services;
c) Controls related to contractors and other visitors to the workplace;
d) Documented procedures, to cover situations where their absence could lead to deviations from the OH&S policy and the objectives.
e) Stipulated operating criteria where their absence could lead to deviations from the OH&S policy and objectives.

4.4.6 Pengendalian Operasional
Organisasi harus mengidentifikasi operasi-operasi dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bahaya-bahaya yang teridentifikasi di mana kendali pengukuran perlu dilakukan untuk mengendalikan risiko-risiko K3. Hal ini harus termasuk manajemen perubahan (lihat 4.3.1)
Untuk operasi-operasi dan kegiatan tersebut, organisasi harus menerapkan dan memelihara:
a) Kendali-kendali operasional, sesuai keperluan organisasi dan aktifitas-aktifitasnya; organisasi harus mengintegrasikan kendali-kendali operasionalnya ke dalam system manajemen K3 secara keseluruhan.
b) Pengendalian terkait pembelian material, peralatan dan jasa-jasa.
c) Pengendalian terkait para kontraktor dan tamu-tamu lain ke tempat kerja.
d) Mendokumentasikan prosedur-prosedur, mencakup situasi-situasi di mana ketiadaannya dapat menyebabkan penyimpangan-penyimpangan dari kebijakan dan tujuan-tujuan K3;
e) Kriteria-kriteria operasi yang telah ditetapkan di mana ketiadaanya dapat menyebabkan penyimpangan-penyimpangan dari kebijakan dan tujuan-tujuan K3.

4.4.5 Control of documents

4.4.5 Control of documents
Documents required by the OH&S management system and by this OH&S Standard shall be controlled, records are a special type of document and shall be controlled in accordance with the requirements given in 4.5.4
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) to:
a) Approve documents for as adequacy prior to issue;
b) Review and update as necessary and re-approve documents;
c) Ensure that changes and the current revision status of documents are identified;
d) Ensure that relevant versions of applicable documents are available at points of use;
e) Ensure that documents remain legible and readily identifiable;
f) Ensure that documents of external origin determined by the organization to be necessary for the planning and operation of the OH&S management system are identified and their distribution controlled; and
g) Prevent the unintended use of obsolete documents and apply suitable identification to them if they are retained for any purpose.

4.4.5 Pengendalian dokumen
Dokumen-dokumen yang disyaratkan untuk system manajemen K3 dan standar OHSAS ini harus terkendali. Catatan merupahkan jenis khusus dokumen dan harus terkendali sesuai dengan persyaratan yang dinyatakan di 4.5.4
a) Menyetujui kecukupan dokumen-dokumen sebelum diterbitkan;
b) Meninjau dokumen secara berkala, dirubah bila diperlukan dan disetujui kecukupannya;
c) Memastikan perubahan-perubahan dan status revisi saat ini dalam dokumen teridentifikasi;
d) Memastikan versi yang relevan dari dokumen yang diterapkan tersedia ditempat penggunaan;
e) Memastikan bahwa dokumen-dokumen dapat terbaca dan dengan cepatteridentifikasi;
f) Memastikan bahwa dokumen-dokumen yang berasal dari luar dan dianggap penting oleh organisasi untuk perencanaan dan operasi system manajemen K3 diidenttiikasikan dan distribusinya terkendali; dan
g) Mencegah penggunaan dokumen kadaluarsa dan menetapkan identifikasi jika dipertahankan untuk tujuan tertentu.