Daily Archives: May 14, 2009

Institusi Pengelolaan Lingkungan

pplhInstitusi pertama yang berperan didalam pengelolaan lingkungan Indonesia adalah PPLH (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup) di bawah Sekretariat Negara, yang kemudian diikuti dengan pembuatan institusi-institusi serupa di perguruan-perguruan tinggi. Walaupun belum bersifat sebagai badan pembuat kebijakan atau penegakan hukum, tetapi institusi ini merupakan cikal bakal lahirnya Kementrian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 1982 dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan pada tahun 1990. Di tingkat provinsi dalam kurun waktu tersebut didirikan biro lingkungan hidup di Pemerintah Daerah sebagai perpanjangan Kantor Negara Lingkungan Hidup pusat tersebut. Saat ini, disetiap propinsi hingga kabupaten dapat ditemui badan pengelola lingkungan (Biro Lingkungan Hidup) atau Bapedalda yang bertugas untuk membuat kebijakan-kebijakan pengelolaan lingkungan dan penegakan hukum terhadap perusahaan di daerah-daerah.

Pengelolaan Lingkungan di Indonesia

Pengelolaan lingkungan suatu perusahaan merupakan bagian dari pengelolaan lingkungan nasional yang dikoordinasikan dan dikendalikan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Supaya SML perusahaan berjalan dengan baik perusahaan harus memahami betul peraturan-peraturan lingkungan yang berlaku, institusi atau kelembagaan pelaksana peraturan tersebut dan program-program yang dikembangkan oleh institusi tersebut. Salah satu alasannya adalah bahwa pemerintah merupakan ‘pihak terkait’ paling penting dalam pengelolaan lingkungan dan perusahaan yang menerapkan SML harus dapat memasukkan kepentingan-kepentingan pihak terkait (pemerintah, masyarakat, LSM, dan lain-lain) dalam pembuatan dan pemeliharaan sistem manajemen lingkungan.

Kunci Sukses ISO 14001

KeyKesuksesan ISO 14001 tergantung pada komitmen semua tingkatan dan fungsi, terutama dari manajemen puncak. Berbeda dengan Gugus Kendali Mutu (Total Quality Management) yang disusun dari tingkatan bawah untuk kemudian dilaporkan kepada manajemen puncak, SML harus dimotori oleh manajemen puncak sebagai lokomotif penggerak sistem. Tanpa komitmen yang terbukti di praktek lapangan maka sistem tersebut tidak akan memberikan manfaat yang berarti atau malah menyebabkan beban-beban baru. Manajemen puncak membuat kebijakan lingkungan yang berisi komitmen (niat dan janji) untuk mengelola dampak lingkungan sebaik-baiknya, sehingga janji ini harus ditindaklanjuti oleh para manajer yang menggerakkan pesan yang sama ke tingkatan di bawahnya dan seterusnya. Pencapaian terhadap kebijakan manajemen puncak tersebut pada akhirnya dilaporkan kepadanya untuk mendapatkan momentum perbaikan dan peningkatan berkelanjutan.

PRINSIP-PRINSIP SML

Prinsip dasar Sistem Manajemen Lingkungan
Manajemen Lingkungan (ML) adalah bagian integral Sistem Manajemen Lingkungan karena ML hanya mencakup Pengendalian dan Pemantauan Operasi seperti IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), APPU (Alat Pengendalian Pencemaran Udara seperti Dust Collector) and Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Pengendalian Operasional hanya merupakan salah satu sub-sistem dari sistem yang terdiri dari sub-sistem lain seperti Kebijakan Lingkungan, Program Management Lingkungan, Komunikasi, Pelatihan dan lain-lain. Selain itu ML pada umumnya hanya terbatas pada tanggung jawab Seksi Lingkungan (kalau departemen tersebut ada) atau satu/dua individu tanpa keikutsertaan departemen/seksi lainnya.

SML ISO 14001

sgs-iso-14001Standar Manajemen Lingkungan dimaksudkan untuk memberikan perusahaan-perusahaan suatu kerangka kerja pengelolaan lingkungan yang efektif yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya (misalnya, sistem manajemen mutu dan keselamatan kerja) dan untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan ekonomi dan lingkungannya. Kerangka kerja akan memungkinkan perusahaan tersebut memiliki satu alat dan cara untuk menjaga keberlangsungan dan keandalan pengelolaan lingkungannya dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dimungkinkan karena SML merupakan suatu struktur manajemen yang berbasis Perencanaan – Pelaksanaan – Pemeriksaan dan Tindakan yang memungkinkan kinerja lingkungan akan selalu terkendali dan berkembang.

Menurut definisi Standar, Sistem Manajemen Lingkungan (SML) adalah Bagian dari keseluruhan sistem manajemen termasuk struktur organisasi, aktivitas perencanaan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk membuat, menerapkan, mencapai, mengkaji dan memelihara kebijakan lingkungan. Frasa pertama dalam definisi ini ‘Bagian dari keseluruhan’ berarti bahwa masalah-masalah lingkungan harus menjadi bagian dari fungsi-fungsi organisasi seperti pemasaran,