Daily Archives: May 22, 2009

Identifikasi Aspek Lingkungan dan Pentingnya Dampak

aspek-lingkunganOrganisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi aspek lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa yang dapat dikendalikan dan oleh karenanya diharapkan memiliki pengaruh, untuk menentukan aspek-aspek yang memiliki atau dapat memiliki dampak penting ke lingkungan. Organisasi harus menjamin bahwa aspek yang terkait dengan dampak penting di pertimbangkan dalam membuat tujuan lingkungannya.

Organisasi harus membuat informasi ini terbarui.

(Sumber: ISO 14001: 1996)

URAIAN
Aktivitas identifikasi dan evaluasi aspek lingkungan merupakan dasar dari SML sehingga pemahaman dan metodologi dan hasil merupakan satu keharusan yang penting. Organisasi harus mengenali aspek/dampak lingkungan sebelum dapat membangun suatu SML yang baik. Bila diibaratkan dengan tubuh manusia, aspek merupakan darah yang

Kebijakan Lingkungan

kebijakan-lingkunganManajemen puncak harus menetapkan kebijakan lingkungan organisasi dan menjamin bahwa kebijakan
a) sesuai dengan sifat, skala dan dampak lingkungan kegiatan, produk atau jasa;
b) termasuk komitmen untuk peningkatan berkelanjutan dan pencegahan pencemaran;
c) termasuk komitmen untuk patuh terhadap peraturan lingkungan terkait dan persyaratan-persyaratan lain yang berlaku terhadap perusahaan;
d) memberikan kerangka kerja untuk membuat dan mengkaji tujuan dan sasaran lingkungan;
e) didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara dan dikomunikasikan kepada semua karyawan;
f) tersedia kepada masyarakat;

(Sumber: ISO 14001: 1996)

Program-Program Pengelolaan Lingkungan

globeSebagaimana disebutkan di atas, bahwa peran pemerintah sangat besar pada tahun 80-an yang merupakan gambaran prinsip ‘command and control’, pemerintah memberikan aturan yang harus dijalankan dan mengawasi apakah perintah tersebut dilaksanakan dengan baik. Dengan kondisi kepedulian masyarakat yang belum tinggi dan belum berfungsinya elemen-elemen pengelolaan lingkungan seperti LSM, konsultan dan auditor maka praktek tersebut mungkin merupakan pilihan terbaik.

Beberapa program pengelolaan lingkungan yang dikembangkan oleh pemerintah antara lain: Amdal, Prokasih, Adipura, Super B3, Penghargaan Kalpataru, Produksi Bersih, Proper Prokasih, dan Langit Biru. Separuh dari program tersebut merupakan bentuk ‘command and control’ sedangkan yang lain adalah program-program sukarela. Perubahan dalam konsep ini merupakan bentuk adaptasi dari pengaruh luar juga karena pada kenyataannya ‘perintah dan awasi’ membutuhkan biaya yang mahal dan dalam konteks Indonesia sangat langka pemerintah berhasil memenangkan pengadilan masalah lingkungan ini.

Peraturan-Peraturan Lingkungan

peraturanKeberadaan PPLH ternyata menjadi dimungkinkannya keberadaan Undang-undang No. 4 tahun 1982 mengenai Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jelas bagi kita semua bahwa UU ini menjadi batu penjuru (milestone) sangat penting dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia, karena untuk menerapkan UU perlu dibentuk institusi-institusi pengelolaan lingkungan baik di tingkat pusat maupun daerah. Sampai akhir tahun 80-an, terbukti bahwa pengelolaan lingkungan masih digerakkan oleh badan-badan pemerintah melalui program-program seperti Adipura, Prokasih, dan Amdal. Masyarakat luas termasuk perusahaan-perusahaan belum terlibat aktif atau minimal berusaha mengikuti ketentuan-ketentuan peraturan pemerintah secara normatif.

Pada tahun 1990 ketika dibentuk BAPEDAL, semakin banyak dihasilkan peraturan-peraturan lingkungan baru yang merupakan kebutuhan bagi penegakan hukum yang efektif dan kebutuhan kalangan industri terhadap aturan main yang jelas. Tercatat disahkan