PROGRAM MANAJEMEN LINGKUNGAN

reed-yellow-greenOrganisasi harus membuat dan memelihara program untuk mencapai tujuan dan sasaran. Program tersebut termasuk

a.      penugasan tanggungjawab untuk mencapai tujuan dan sasaran pada fungsi dan tingkatan yang relevan dalam organisasi;

b.      cara dan jangka waktu pencapaiannya

 

Proyek-proyek yang terkait dengan pembangunan baru dan modifikasi aktivitas, produk atau jasa, program harus ditambahkan jika relevan untuk memastikan bahwa Program Lingkungan berlaku untuk proyek.

(Sumber: ISO 14001: 1996)

 

 

 

URAIAN

Tidak ada yang istimewa tentang program manajemen lingkungan karena program adalah suatu metoda terencana untuk mencapai tujuan/sasaran lingkungan. Program sebagai bagian dari perencanaan lingkungan seharusnya diintegrasikan dengan perencanaan-perencanaan strategis perusahaan. Di dalam suatu format kerangka kerja PML mengidentifikasi aksi-aksi spesifik yang diperlukan berdasarkan prioritas perusahaan, karakteristik operasi dampak penting lingkungan terkait dengan menggunakan indikator lingkungan untuk mengevaluasi kinerja tujuan/sasaran.

 

Organisasi harus membuat dan memelihara program untuk mencapai tujuan dan sasaran.

 

Interpretasi dari persyaratan di atas nampak jelas, yaitu terkait dengan tujuan dan sasaran yang telah dibuat, organisasi harus membuat suatu program untuk menjamin tercapainya tujuan/sasaran lingkungan tersebut. Tanpa suatu dokumen program formal maka tidak ada suatu kepastian apakah manajemen puncak telah setuju dengan rencana yang terkandung dalam program dan tentu saja biaya yang diperlukan. Selain itu, karyawan terkait juga tidak bisa bekerja dalam tim dalam upaya menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

 

Program tersebut termasuk

·         penugasan tanggungjawab untuk mencapai tujuan dan sasaran pada fungsi dan tingkatan yang relevan organisasi;

·         cara dan jangka waktu pencapaiannya

 

Diperjelas dalam kalimat berikutnya di atas bahwa tanggung jawab pencapaian tujuan dan sasaran harus ditetapkan karena penugasan suatu proyek harus merupakan suatu tugas formal yang perlu ditunjang dengan sumber-sumber daya pendukung seperti dana, alat, dokumen dan manusia (anggota tim). Sepantasnya, dokumen yang sama (baca: program tertulis) memuat juga jangka waktu pencapaian sebagai batas waktu bagi karyawan yang telah ditugaskan dan juga catatan untuk manajemen ketika harus memantau upaya pencapaiannya.

 

Yang penting di sini juga adalah cara untuk mencapainya karena program yang baik jika dilengkapi dengan rincian tindakan-tindakan yang sesuai dengan arah tujuan/sasaran-nya maka akan memberikan jaminan terhadap pencapaiannya. Walaupun tidak ada rencana yang sempurna, suatu rencana yang lengkap akan mengurangi potensi deviasi dan kegagalan program itu sendiri. Sebagaimana kata pepatah: “Dengan Perencanaan yang baik berarti kita telah menyelesaikan setengah dari pekerjaan”.

 

PERMASALAHAN

1.      Tidak dibuat suatu rincian tentang cara pencapaian tujuan dan sasaran sehingga kurang memberikan gambaran yang memadai dan menyakinkan bagi karyawan dalam memainkan peran dan tanggung jawabnya. Misalnya, tujuan untuk memenuhi baku mutu emisi gas dari cerobong dengan memasang scrubber tidak menyebutkan pembuatan desain alat, pelaksanaan tender, pengukuran kualitas gas-gas emisi dan ujicoba alat.

2.      Cara-cara yang dibuat tidak berdasarkan analisa yang mendalam sehingga nampak tidak ada korelasi yang menyakinkan bahwa suatu tujuan dan sasaran yang tercapai sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan. Contoh, program pengurangan limbah kertas di ruang administrasi ditetapkan dalam waktu tiga tahun atau pembangunan landfill ditetapkan selesai dalam 6 bulan sedangkan landfill perlu ijin dari pemerintah melalui suatu Studi AMDAL.

3.      Beban tanggung jawab diserahkan kepada tanggung jawab fungsional (bukan kepada tanggung jawab struktural) atau steering committee yang bersifat sementara sehingga memberi kesan sistem terpisah dari tanggung jawab yang terkait dengan aktivitas sehari-hari.

4.      Tidak dilakukan pemantauan perkembangan program per setiap rincian tahap yang dibicarakan di atas. Hal ini akan menyebabkan pelaksanaan program yang keluar dari rel yang direncanakan tanpa diketahui. Ketika masalah menjadi besar, semua orang terkejut kenapa penyimpangan tersebut tidak lekas diperbaiki dari awal.

 

PENERAPAN

1.      Kumpulkan daftar tujuan dan sasaran yang telah disetujui.

2.      Buatlah langkah-langkah pencapaian serinci mungkin dengan melibatkan operator jika mungkin, untuk melihat alternatif-alternatif yang mungkin ada dan tingkat kesulitannya.

3.      Tetapkan penanggungjawab, metoda, jangka waktu dan indikator pencapaian.

4.      Sosialisasikan isi program kepada tiap-tiap departemen dengan kemungkinan perubahan jika diperlukan.

5.      Laksanakan program dan pantau secara periodik.

 

DOKUMENTASI

1.      Manual berisi tata cara pembuatan dan pelaksanaan PML.

2.      Catatan PML dan pemantauann secara periodik.

3.      Catatan-catatan pendukung hasil penerapan program manajemen lingkungan.

 

 

KESIMPULAN

PML merupakan bukti implementasi bahwa perusahaan akan menerapkan komitmen terhadap peningkatan berkelanjutan. Suatu proyek di dalam bidang lingkungan untuk mengubah dari kondisi belum patuh menjadi patuh atau dari sekedar peduli menjadi lebih bersih.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>