Monthly Archives: October 2012

Sistem Manajemen Energi ISO50001: 2011, Klausul 4.3

4.3 Energy policy

 The energy policy shall state the organization’s commitment to achieving energy performance improvement Top management shall define the energy policy and ensure that it;

a)     Is appropriate to the nature and scale of the organization’s energy use and consumption;

b)     Includes a commitment to continual improvement in energy performance;

c)      Includes a commitment to ensure the availability of information and of necessary resources to achieve objectives and targets;

d)     Includes a commitment to comply with applicable legal requirements and other requirements to which the organization subscribes related to its energy use. Consumption and efficiency;

e)      Provides the framework for setting and reviewing energy objectives and targets;

Definisi dalam Audit Energi

Definisi-Definisi

 

Audit

Proses secara sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif sehingga dapat menentukan tingkatan organisasi dalam memenuhi criteria sistem manajemen energi (ISO 19011: 2002)

 

Efektivitas

Tingkatan kegiatan yang direncanakan dicapai dan hasil-hasil yang direncanakan dicapai (ISO 9000: 2005)

 

Efisiensi

Revisi ISO 14001

ISO pada saat ini sedang merevisi standar ISO 14001 yang merupakan standar sistem manajemen lingkungan paling banyak diterapkan. Jumlah perusahaan yang memiliki sertifikasi adalah 250.000 di 155 negara. Revisi standar diharapkan selesai pada tahun 2015 dimana versi baru memberikan organisasi dasar-dasar untuk mengelola tantangan dan kesempatan saat ini dan masa depan. Namun demikian, revisi juga perlu memastikan bahwa standar dapat digunakan oleh industri skala kecil dan menengah.

Telepon Genggam dan Emisi

Badan Karbon dan O2 di Inggris telah bekerja sama dalam penelitian untuk menentukan ‘carbon footprint’ produsen telepon genggap dan pengelola data. Perhitungan emisi Greenhouse Gas (GHG) terhadap daur hidup menunjukkan bahwa percakapan 1 menit pada jaringan menghasilkan 3,6 gram CO2 dan transfer data sebesar 1 Megabyte menghasilkan 11 gram CO2e. O2 menyebutkan bahwa membuat percakapan selama 5 menit sama dengan nilai ekivalen karbon yang cukup untuk mendidihkan air untuk membuat satu cangkir teh. (The environmentalist, IEMA, Juni 2012)

Sistem Manajemen Energi berdasarkan ISO 50001

Manajemen energi mencakup isu-isu penting perusahaan termasuk implikasi strategik dan kompetisi. Bukti keberhasilan penerapan manajemen energi dapat digunakan pihak-pihak terkait untuk memastikan sistem manajemen energi sedang dan akan diterapkan di perusahaan tersebut. Banyak telah menggunakan berbagai macam prosedur-prosedur teknis untuk memantau dan mengendalikan konsumsi energi mereka, terutama yang membutuhkan biaya yang besar. Perkembangan sistem manajemen energi (SME) menggambarkan pendekatan proaktif, sistematik dan logi untuk menangani masalah-masalah efisiensi energi daripada pendekatan reaktif, kegiatan-kegiatan kecil terpisah.

Sistem manajemen energi merupakan suatu alat perusahaan dalam mencapai dan mengendalikan secara sistematis kinerja energi yang telah ditetapkan. Manfaat terhadap bisnis meliputi antara lain:
1) mengurangi biaya terkait konsumsi energi;
2) mendukung penghematan biaya operasi dari peningkatan efisiensi energi;