Sistem Manajemen Energi berdasarkan ISO 50001

Manajemen energi mencakup isu-isu penting perusahaan termasuk implikasi strategik dan kompetisi. Bukti keberhasilan penerapan manajemen energi dapat digunakan pihak-pihak terkait untuk memastikan sistem manajemen energi sedang dan akan diterapkan di perusahaan tersebut. Banyak telah menggunakan berbagai macam prosedur-prosedur teknis untuk memantau dan mengendalikan konsumsi energi mereka, terutama yang membutuhkan biaya yang besar. Perkembangan sistem manajemen energi (SME) menggambarkan pendekatan proaktif, sistematik dan logi untuk menangani masalah-masalah efisiensi energi daripada pendekatan reaktif, kegiatan-kegiatan kecil terpisah.

Sistem manajemen energi merupakan suatu alat perusahaan dalam mencapai dan mengendalikan secara sistematis kinerja energi yang telah ditetapkan. Manfaat terhadap bisnis meliputi antara lain:
1) mengurangi biaya terkait konsumsi energi;
2) mendukung penghematan biaya operasi dari peningkatan efisiensi energi;
3) meningkatkan praktek-praktek manajemen energi yang sudah berjalan dengan penerapan yang lebih sistematis;
4) memenuhi ketentuan pemerintah dan badan internasional terkait efisiensi energi. Contoh, Keputusan pemerintah tentang kewajiban untuk melakukan penghematan energi;
5) membatasi paparan terhadap variasi harga energi karena memiliki pilihan sumber dan pengelolaan energi;
6) meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan;
7) meningkatkan citra perusahaan sebagai perusahaan yang hemat energi termasuk menjadi perusahaan hijau;

Sistem manajemen energi berdasarkan ISO 50001 dibangun berdasarkan siklus PDCA yang mengutamakan sistem daripada hasil akhir semata. Kerangkan PDCA ini merupakan kerangka yang sama pada sistem manajemen mutu (ISO 9001), sistem manajemen lingkungan (ISO 14001) an sistem manajemen K3 (OHSAS 18001).

Rincian dalam tahapan siklus tersebut antara lain:
PLAN
1) Kebijakan energi;
2) Kajian energi, data dasar energi, dan indikator kinerja energi;
3) tujuan, sasaran dan rencana tindak energi

DO
1) Tanggung jawab dan wewenang
2) Kompetensi, pelatihan dan kepedulian;
3) Komunikasi;
4) Dokumentasi;
5) Pengendalian operasional;
6) Desain;
7) Pembelian

CHECK
1) Pemantauan, pengukuran dan analisa;
2) Evaluasi kepatuhan terhadap peraturan energi;
3) Internal audit;
4) Ketidaksesuaian, koreksi, tindakan perbaikan dan pencegahan
5) Pengendalian rekaman

ACT
Kajian periodik oleh manajemen puncak untuk menilai kinerja saat ini dan membuat dasar bagi peningkatan pada periode berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *