ISO 50001, Sistem Manajemen Energi, Klausul 4.4 PERENCANAAN

ISO 50001, Sistem Manajemen Energi, Klausul 4.4

4.4 Energy planning

4.4.1 General

The organization shall conduct and document an energy planning process. Energy planning shall be consistent with the energy policy and shall lead to activities that continually improve energy performance. Energy planning shall involve of the organization’s activities that can affect energy performance.

Organisasi harus membuat dan mendokumentasikan proses perencanaan energi. Perencanaan energi harus konsisten dengan kebijakan energi dan harus mengarahkan kegiatan-kegiatan pada peningkatan kinerja energi berkelanjutan. Perencanaan energi harus meliputi kegiatan organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja energi.

NOTE   1 A concept diagram illustrating energy planning is shown in Figure A.2

NOTE   2 In other regional or national standard, concepts such as identification and review of energy aspects or the concept of energy profile, are included in the concept of energy review.

CATATAN 1 Suatu diagrm konsep yang menggambarkan perencanaan energi ditampilkan pada  Gambar A.2

CATATAN 2 Dalam standar regional atau nasional lain, konsep-konsep seperti identifikasi dan kajian aspek energi atau konsep profil energi, dimasukkan dalam konsep kajian energi. 

 

4.4.2 Legal requirements and other requirements

The organization shall identify, implement, and have access to the applicable legal requirements and other requirements to which the organization subscribes related to its energy use, consumption and efficiency.

Organisasi harus mengidentifikasi, menerapkan dan memiliki akses terhadap persyaratan hukum yang berlaku dan persyaratan lain dimana relevan dengan penggunaan energi, konsumsi dan efisiensi energi organisasi.

The organization shall determine how these requirement apply to its energy use, consumption and efficiency and shall ensure that these legal requirements and other requirements to which it subscribes are considered in establishing, implementing and maintaining the EnMS.

Organisasi harus menetapkan cara menerapkan persyaratan-persyaratan ini terhadap penggunaan energi, konsumsi dan efisiensi dan harus memastikan bahwa persyaratan-persyaratan hukum ini dan persyaratan lain yang relevan dipertimbangkan dalam menyusun, menerapkan dan memelihara SMEn.

Legal requirements nd other requirements shall be reviewed at defined intervals.

Persyaratan hukum dan persyaratan lain harus dikaji pada internal yand ditetapkan.

 

4.4.3 Energy review

The organization shall develop, record, and maintain an energy review. The methodology and criteria used to develop the energy review shall be documented. To develop the energy review, the organization shall:

Organisasi harus membuat, mencatat dan memelihara suatu kajian energi. Metodologi dan criteria yang digunakan untuk membuat kajian energi harus didokumentasikan. Untuk membuat kajian energi, organisasi harus:

a)     Analyse energy use and consumption based on measurement and other data, I,e.

  • identify current energy sources;
  • evaluate past and present energy use and consumption;

b)    Based on the nalysis of energy use and consumption, identify the areas of significant energy use, I,e

  • identify the facilities, equipment, system, processes and personnel working for, or on behalf of, the organization that significantly affect energy use and consumption;
  • identify other relevant variables affecting significant energy uses;
  • determine the current energy performance of facilities, equipment, systems and processes related to identified significant energy uses;
  • estimate future energy use and consumption

c)     identify, prioritize and record opportunities for improving performance.

NOTE Opportunities can relate to potential sources of energy, use of renewable energy , or other alternative energy sources, such as waste, or processes.

a)    Menganalisa penggunaan dan konsumsi berdasarkan pengukuran dan data lain, misalnya.

  • Identifikasi sumber-sumber energi saat ini;
  • Evaluasi penggunaan dan konsumsi energi di masa lalu dan sekarang;

b)    Berdasarkan analisa penggunaan dan konsumsi energi, identifikasi area-area penggunaan energi signifikan, misalnya

  • Identifikasi fasilitas-fasilitas, alat-alat, sistem-sistem, proses-proses dan personil yang bekerja, atau atas nama, organisasi yang mempengaruhi secara signifikan penggunaan dan konsumsi energi;
  • Identifikasi variabel-variable lain relevan yang mempengaruhi penggunaan energi signifikan;
  • Menentukan kinerja energi saat ini dari fasilitas, alat-alat, sistem-sistem dan proses-proses terkait dengan penggunaan energi signifikan yang telah diidentifikasi;
  • Memestimasi penggunaan dan konsumsi energi di masa depan.
  • estimate future energy use and consumption

c)     mengidentifikasi, memprioritaskan dan mencatat peluang-peluang untuk meningkatkan kinerja.

CATATAN Peluang-peluangan dapat terkait dengan sumber-sumber potensi energi, penggunaan energi terbarukan, atau sumber energi alternatif seperti limbah atau proses.

4.4.4 Energy baseline

The organization shall establish an energy baseline(s) using the information in the initial energy review, considering a data period suitable to the organization’s energy use and consumption. Changes in energy performance shall be measured against the energy baseline(s).

Organisasi harus menyusun baseline energi menggunakan informasi dari kajian awal energi, mempertimbangkan periode data yang sesuai dengan penggunaan dan konsumsi energi perusahaan. Perubahaan-perubahaan kinerja energi harus diukur berdasarkan baseline energi.

 

Adjustments to the baseline(s) shall be made in the case of one or more of the following:

  • EnPls no longer organizational energy use and consumption, or
  • There have been major changes to the process, operational, or energy systems, or
  • According to a predetermined method.

 

Pengaturan terhadap baseline harus dibuat dalam hal satu atau dua hasl berikut:

  • Indikator kinerja energi tersebut tidak lagi menjadi penggunaan dan konsumsi energi, atau
  • Ada perubahan besar pada proses, operasi, atau sistem energi atau
  • Berdasarkan metode yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

The energy (s) shall be maintained and recorded

Energi harus dipelihara dan dicatat.

 

4.4.5 Energy performance indicators

 

The organization shall identify EnPls appropriate for monitoring and  measuring its energy performance. The methodology for determining and updating the EnPls shall be recorded and regularly reviewed.

 

Organisasi harus mengidentifikasi IKEn yang sesuai untuk pemantauan dan mengukur kinerja energinya. Metodologi untuk menentukan dan memperbarui IKEn harus dicatat dan dikaji secara reguler.

 

EnPls shall be reviewed and compared to the energy baseline as appropriate.

 

IKEn harus dikaji ulang dan dibandingkan dengan baseline energi secara memadai.

 

4.4.6 Energy objectives, energy targets and energy management action plans

 

The organization shall establish, implement and maintain documented energy objective and targets at the relevant functions, levels, processes or facilities within the organization. Time frames shall be established for achievement of the objectives and targets.

 

Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara tujuan dan sasaran energi terdokumentasi pada fungsi-fungsi, tingkatan, proses-proses atau fasilitas yang relevan dalam organisasi. Kerangka waktu harus dibuat untuk pencapaian tujuan dan sasaran.

 

The objectives and targets shall be consistent with the energy policy. Targets shall be consistent with the objectives.

 

Tujuan dan sasaran harus konsisten dengan kebijakan energi. Sasaran harus konsisten dengan tujuan.

 

When establishing and reviewing objectives and targets, the organization shall take into account legal requirements and other requirement, significant energy uses and opportunities to improve energy performance, as identified in the energy review, it shall also consider its financial, operational and business conditions, technological options and the views of interested parties.

 

Ketika membuat dan mengkaji ulang tujuan dan sasaran, organisasi harus memperhitungkan persyaratan hukum dan persyaratan lain, penggunaan energi yang signifikan dan peluang-peluang untuk meningkatkan kinerja energi, seperti diidentifikasi dalam kajian energi, itu harus juga mempertimbangkan finansial, kondisi operasional dan bisnis, pilihan teknologi dan pandangan pihak terkait.

 

The organization shall establish, implement and maintain action plans for achieving its objectives targets. The action plans shall include:

  • Designation of responsibility
  • The means and time frame by which individual targets are to be achieved
  • A statement of the method by which an improvement in energy performance shall be verified
  • A statement of the method of verifying the results

The action plans shall be documented and update at defined intervals

 

Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara rencana tindakan untuk mencapai tujuan dan sasarannya. Rencana tindakan harus mencakup:

  • Penugasan tanggung jawab
  • Cara dan kerangka waktu dimana sasaran tunggal akan dicapai
  • Pernyataan tentang metode dimana peningkatan kinerja energi harus diverifikasi
  • Pernyataan tentang metode untuk memverifikasi hasil-hasil;

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *