4.2 OH&S policy

4.2 OH&S policy
Top management shall define and authorize the organization’s OH&s policy and ensure that within the defined scope of its OH&S management system it:
a) Is appropriate to the nature and scale of the organization’s OH&S risk;
b) Includes a commitment to prevention of injury and ill health and continual improvement in OH&S management and OH&S performance;
c) Includes a commitment to at least comply with applicable legal requirements and with other requirements to which the organization subscribes that relate to its OH&S hazards;
d) Provides the framework for setting and reviewing OH&S objectives;
e) Is documented, implemented and maintained;
f) Is communicated to all persons working under the control of the organization with the intent that they are made aware of their individual OH&S obligations;
g) Is available to interested parties; and
h) Is reviewed periodically to ensure that it remains relevant and appropriate to the organization.

4.2 Kebijakan K3
Manajemen puncak harus mendefinisikan dan menyetujui kebijakan K3 dan memastikan bahwa didalam ruang lingkup dari system manajemen K3:
a) Sesuai dengan sifat dan skala risiko-risiko K3 organisasi;
b) Mencakup suatu komitmen untuk pencegahan cidera dan sakit penyakit dan peningkatan berkelanjutan manajemen dan kinerja K3;
c) Mencakup suatu komitmen untuk paling tidak mematuhi peraturan K3 dan persyaratan lain yang relevan yang biasa dilakukan oleh organisasi yang terkait dengan risiko-risiko K3;
d) Memberikan kerangka kerja untuk menetapka dan meninjau tujuan-tujuan K3;
e) Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara;
f) Dikomunikasikan ke seluruh personel dalam kendali organisasi dengan tujuan bahwa personel menyadari kewajiban K3 masing-masing.
g) Tersedia untuk pihak-pihak terkait; dan
h) Dikaji secara periodic untuk memastikan kebijakan tetap relevan dan sesuai untuk organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *