Monthly Archives: November 2012

4.3.2. Legal and other requirements

4.3.2. Legal and other requirements
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for identifying and accessing the legal and other OH&S requirements that are applicable to it.

The organization shall ensure that these applicable legal requirements and other requirements to which the organization subscribes are taken into account in establishing, implementing and maintaining its OH&S management system.

The organization shall keep this information up-to-date.

The organization shall communicate relevant information on legal and other requirements to persons working under the control of the organization, and other relevant interested parties.

4.3.2 Peraturan perundangan dan persyaratan lain
Organisasi harus membuat, menerangkan dan memelihara suatu prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan perundangan dan persyaratan K3 lain yang diaplikasikan untuk K3.

Organisasi harus memastikan bahwa peraturan perundangan dan persyaratan lain yang relevan di mana organisasi mendapatkannya harus dipertimbangkan dalam membuat, menerapkan dan memelihara system manajemen K3 organisasi.

Organisasi harus selalu memutakhirkan inormasi ini.

Organisasi harus mengkomunikasikan peraturan perundangan dan persyaratan lain yang relevan kepada orang yang bekerja di dalam kendali organisasi dan pihak-pihak terkait lain.

4.3.1 Hazard identification, risk assessment and determining controls

4.3 Planning
4.3.1 Hazard identification, risk assessment and determining controls

The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for the ongoing hazard identification, risk assessment, and determination of necessary controls.

The procedure(s) for hazard identification and risk assessment shall take into account:
a) Routine and non-routine activities;
b) Activities of all persons having access to the workplace (including contractor and visitors);
c) Human behavior, capabilities and other human factor;
d) Identified hazard originating outside the workplace capable of adversely affecting the health and safety of persons under the control of the organization within the workplace;
e) Hazards created in the vicinity of the workplace by work-related activities under the control of the organization; NOTE 1 It may be more appropriate for such hazards to be assessed as an environmental aspect.
f) infrastructure, equipment and materials at the workplace, whether provided by the organization or other;
g) change or proposed changes in the organization, its activities, or materials;
h) modifications to the OH&S management system, including temporary changes, and their impacts on operations, processes, and activities;
i) any applicable legal obligations relating to risk assessment and implementation of necessary controls (see also the NOTE to 3.12);
j) the design of work areas, processes, installations, machinery/equipment, operating procedures and work organization, including their adaptation to human capabilities.

The organization’s methodology for hazard identification and risk assessment shall:
a) be defined with respect to its scope, nature and timing to ensure it is proactive rather than reactive; and
b) provide for the identification, prioritization and documentation of risks, and the application of controls, as appropriate.

For the management of change , the organization shall identify the OH&S hazards and OH&S risk associated with changes in the organization, the OH&S management system, or its activities, prior to the introduction of such changes.

When determining control, or considering changes to existing controls, consideration shall be given to reducing the risks according to the following hierarchy:
a) elimination;
b) substitution;
c) engineering controls;
d) signage/warning and/or administrative controls;
e) personal protective equipment.

The organization shall document and keep the results of identification of hazards, risk assessment and determined controls up-to-date.

The organization shall ensure that the OH&S risks and determined controls are taken into account when establishing, implementing and maintaining its OH&S management system.

NOTE 2 For further guidance or hazard identification, risk assessment and determining controls, see OH&S 18002.

4.3 Perencanaan
4.3.1 Identifikasi bahaya, penilaian risiko ddan penetapan pengendalian.

Organisasi harus membuat, menerapkan ddan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi bahaya yang ada, penilaian risiko, dan penetapan pengendalian yang diperlukan.

Prsedur untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko harus memperhatikan:
a) aktifitas rutin dan tidak rutin;
b) aktifitas seluruh personel yang mempunyai akses ke tempat kerja (termasuk kontraktor dan tamu)
c) perilaku manusia, kemampuan dan factor-faktor manusia lainnya;
d) bahaya-bahaya yang timbul dari luar tempat kerja yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan personel di dalam kendali organisasi di lingkungan tempat kerja;
e) bahaya-bahaya yang terjadi di sekitar tempat kerja hasil aktivitas kerja yang terkait di dalam kendali organisasi: CATATAN 1: akan lebih sesuai penilaian bahaya-bahaya dinilai seperti aspek lingkungan.
f) Prasarana , peralatan ddan material di tempat kerja, yang disediakan baik oleh organisasi ataupun pihak lain;
g) Perubahan-perubahan atau usulan perubahan di dalam organisasi, aktivitas-aktivitas atau material;
h) Modifikasi system manajemen K3, termasuk perubahan sementara, dan dampaknya kepada operasional, proses-proses dan aktivitas-aktivitas;
i) Adanya kewajiban perundangan yang relevan terkait dengan penilaian risiko dan penerapan pengendalian yang dibutuhkan (lihat juga catatan 3.12)
j) Rancangan area-area kerja, proses-proses, instalasi-instalasi, mesin/peralatan, prosedur operasional dan organisasi kerja, termasuk adaptasinya kepada kemampuan manusia.

Methodologi organisasi dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko harus:
a) Ditetapkan dengan memperhatikan ruang lingkup, sifat dan waktu untuk memastikan metodenya proaktif; dan
b) Menyediakan identifikasi, prioritas dan dokumentasi risiko-risiko, dan penerapan pengendalian, sesuai keperluan.

Untuk mengelola perubahan, organisasi harus mengidentifikasi bahaya-bahaya K3 dan risiko-risiko K3 terkait dengan perubahan di dalam organisasi, system manajemen K3, atau aktivitas-aktivitasnya, sebelum menerapkan perubahan tersebut.

Organisasi harus memastikan hasil dari penilaian ini dipertimbangkan dalam menetapakan pengendalian.

Saat menetapkan pengendalian, atau mempertimbangkan perubahan atas pengendalian yang ada saat ini, pertimbangan harus diberikan untuk menurunkan risiko berdasarkan hirarki berikut:
a) Eliminasi;
b) Subsitusi;
c) Pengendalian teknik;
d) Rambu/peringatan dan/atau pengendalian administrasi;
e) Alat pelindung diri.
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for the ongoing hazard identification, risk assessment, and determination of necessary controls.

The procedure(s) for hazard identification and risk assessment shall take into account:
a) Routine and non-routine activities;
b) Activities of all persons having access to the workplace (including contractor and visitors);
c) Human behavior, capabilities and other human factor;
d) Identified hazard originating outside the workplace capable of adversely affecting the health and safety of persons under the control of the organization within the workplace;
e) Hazards created in the vicinity of the workplace by work-related activities under the control of the organization; NOTE 1 It may be more appropriate for such hazards to be assessed as an environmental aspect.
f) infrastructure, equipment and materials at the workplace, whether provided by the organization or other;
g) change or proposed changes in the organization, its activities, or materials;
h) modifications to the OH&S management system, including temporary changes, and their impacts on operations, processes, and activities;
i) any applicable legal obligations relating to risk assessment and implementation of necessary controls (see also the NOTE to 3.12);
j) the design of work areas, processes, installations, machinery/equipment, operating procedures and work organization, including their adaptation to human capabilities.

The organization’s methodology for hazard identification and risk assessment shall:
a) be defined with respect to its scope, nature and timing to ensure it is proactive rather than reactive; and
b) provide for the identification, prioritization and documentation of risks, and the application of controls, as appropriate.

For the management of change , the organization shall identify the OH&S hazards and OH&S risk associated with changes in the organization, the OH&S management system, or its activities, prior to the introduction of such changes.

When determining control, or considering changes to existing controls, consideration shall be given to reducing the risks according to the following hierarchy:
a) elimination;
b) substitution;
c) engineering controls;
d) signage/warning and/or administrative controls;
e) personal protective equipment.

The organization shall document and keep the results of identification of hazards, risk assessment and determined controls up-to-date.

The organization shall ensure that the OH&S risks and determined controls are taken into account when establishing, implementing and maintaining its OH&S management system.

NOTE 2 For further guidance or hazard identification, risk assessment and determining controls, see OH&S 18002.

4.3 Perencanaan
4.3.1 Identifikasi bahaya, penilaian risiko ddan penetapan pengendalian.

Organisasi harus membuat, menerapkan ddan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi bahaya yang ada, penilaian risiko, dan penetapan pengendalian yang diperlukan.

Prsedur untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko harus memperhatikan:
a) aktifitas rutin dan tidak rutin;
b) aktifitas seluruh personel yang mempunyai akses ke tempat kerja (termasuk kontraktor dan tamu)
c) perilaku manusia, kemampuan dan factor-faktor manusia lainnya;
d) bahaya-bahaya yang timbul dari luar tempat kerja yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan personel di dalam kendali organisasi di lingkungan tempat kerja;
e) bahaya-bahaya yang terjadi di sekitar tempat kerja hasil aktivitas kerja yang terkait di dalam kendali organisasi: CATATAN 1: akan lebih sesuai penilaian bahaya-bahaya dinilai seperti aspek lingkungan.
f) Prasarana , peralatan ddan material di tempat kerja, yang disediakan baik oleh organisasi ataupun pihak lain;
g) Perubahan-perubahan atau usulan perubahan di dalam organisasi, aktivitas-aktivitas atau material;
h) Modifikasi system manajemen K3, termasuk perubahan sementara, dan dampaknya kepada operasional, proses-proses dan aktivitas-aktivitas;
i) Adanya kewajiban perundangan yang relevan terkait dengan penilaian risiko dan penerapan pengendalian yang dibutuhkan (lihat juga catatan 3.12)
j) Rancangan area-area kerja, proses-proses, instalasi-instalasi, mesin/peralatan, prosedur operasional dan organisasi kerja, termasuk adaptasinya kepada kemampuan manusia.

Methodologi organisasi dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko harus:
a) Ditetapkan dengan memperhatikan ruang lingkup, sifat dan waktu untuk memastikan metodenya proaktif; dan
b) Menyediakan identifikasi, prioritas dan dokumentasi risiko-risiko, dan penerapan pengendalian, sesuai keperluan.

Untuk mengelola perubahan, organisasi harus mengidentifikasi bahaya-bahaya K3 dan risiko-risiko K3 terkait dengan perubahan di dalam organisasi, system manajemen K3, atau aktivitas-aktivitasnya, sebelum menerapkan perubahan tersebut.

Organisasi harus memastikan hasil dari penilaian ini dipertimbangkan dalam menetapakan pengendalian.

Saat menetapkan pengendalian, atau mempertimbangkan perubahan atas pengendalian yang ada saat ini, pertimbangan harus diberikan untuk menurunkan risiko berdasarkan hirarki berikut:
a) Eliminasi;
b) Subsitusi;
c) Pengendalian teknik;
d) Rambu/peringatan dan/atau pengendalian administrasi;
e) Alat pelindung diri.

Organisasi harus mendokumentasikan dan memelihara hasil identifikasi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian selalu terbaru.

Organisasi harus memastikan bahwa risiko-risiko K3 dan penetapan pengendalian dipertimbangkan saat membuat, menerapkan dan memelihara system manajemen K3 perusahaan.

CATATAN- Pedoman lebih lanjut dalam identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dapat dilihat pada standar OHSAS 18002.

Organisasi harus mendokumentasikan dan memelihara hasil identifikasi bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendalian selalu terbaru.

Organisasi harus memastikan bahwa risiko-risiko K3 dan penetapan pengendalian dipertimbangkan saat membuat, menerapkan dan memelihara system manajemen K3 perusahaan.

CATATAN- Pedoman lebih lanjut dalam identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dapat dilihat pada standar OHSAS 18002.

4.2 OH&S policy

4.2 OH&S policy
Top management shall define and authorize the organization’s OH&s policy and ensure that within the defined scope of its OH&S management system it:
a) Is appropriate to the nature and scale of the organization’s OH&S risk;
b) Includes a commitment to prevention of injury and ill health and continual improvement in OH&S management and OH&S performance;
c) Includes a commitment to at least comply with applicable legal requirements and with other requirements to which the organization subscribes that relate to its OH&S hazards;
d) Provides the framework for setting and reviewing OH&S objectives;
e) Is documented, implemented and maintained;
f) Is communicated to all persons working under the control of the organization with the intent that they are made aware of their individual OH&S obligations;
g) Is available to interested parties; and
h) Is reviewed periodically to ensure that it remains relevant and appropriate to the organization.

4.2 Kebijakan K3
Manajemen puncak harus mendefinisikan dan menyetujui kebijakan K3 dan memastikan bahwa didalam ruang lingkup dari system manajemen K3:
a) Sesuai dengan sifat dan skala risiko-risiko K3 organisasi;
b) Mencakup suatu komitmen untuk pencegahan cidera dan sakit penyakit dan peningkatan berkelanjutan manajemen dan kinerja K3;
c) Mencakup suatu komitmen untuk paling tidak mematuhi peraturan K3 dan persyaratan lain yang relevan yang biasa dilakukan oleh organisasi yang terkait dengan risiko-risiko K3;
d) Memberikan kerangka kerja untuk menetapka dan meninjau tujuan-tujuan K3;
e) Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara;
f) Dikomunikasikan ke seluruh personel dalam kendali organisasi dengan tujuan bahwa personel menyadari kewajiban K3 masing-masing.
g) Tersedia untuk pihak-pihak terkait; dan
h) Dikaji secara periodic untuk memastikan kebijakan tetap relevan dan sesuai untuk organisasi.

ISO 50001, Sistem Manajemen Energi, Klausul 4.4 PERENCANAAN

ISO 50001, Sistem Manajemen Energi, Klausul 4.4

4.4 Energy planning

4.4.1 General

The organization shall conduct and document an energy planning process. Energy planning shall be consistent with the energy policy and shall lead to activities that continually improve energy performance. Energy planning shall involve of the organization’s activities that can affect energy performance.

Organisasi harus membuat dan mendokumentasikan proses perencanaan energi. Perencanaan energi harus konsisten dengan kebijakan energi dan harus mengarahkan kegiatan-kegiatan pada peningkatan kinerja energi berkelanjutan. Perencanaan energi harus meliputi kegiatan organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja energi.