4.5.3.2 Nonconformity, corrective action and preventive action

4.5.3.2 Nonconformity, corrective action and preventive action
The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for dealing with actual and potential nonconformimity(ies) and for taking corrective action and preventive action. The procedure(s) shall define requirements for:
a) Identifying and correcting nonconformity(ies) and taking action(s) to mitigate their OH&S consequences;
b) Investigating nonconformity(ies), determining their couse(s) and taking actions in order to avoid their recurrence;
c) Evaluating the need for action(s) to prevent nonconformity(ies) and implementing appropriate actions designed to avoid their occurrence;
d) Recording and communicating the results of corrective action(s) and preventive action(s) taken;and
e) Reviewing the effectiveness of corrective action(s) and preventive action(s) taken.

Where the corrective action and preventive action identifies new or changed hazard or the need for new or changed controls, the procedure shall require that the proposed actions shall be taken through a risk assessment prior to implementation.

Any corrective action and preventive action taken to eliminate the causes of actual and potential nonconformity(ies) shall be appropriate to the magnitude of problem and commensurate with the OH&S risk(s) encountered.

The organization shall ensure that any necessary changes arising from corrective action and preventive action are made to the OH&S management system documentation.

4.5.3.2 Ketidaksesuaian, tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan
Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk manangani ketidaksesuaian-ketidaksesuaian yang actual dan potensial dan untuk melakukan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan.

Prosedur harus menetapkan persyaratan-persyaratan untuk:
a) Mengidentifikasi dan memperbaiki ketidaksesuaian dan mengambil tindakan perbaikan untuk mengurangi dampak K3.
b) Menyelidiki ketidaksesuaian, menetapkan penyebab-penyebab dan mengambil tindakan-tindakan untuk mencegah terjadi lagi.
c) Evaluasi kebutuhan untuk melakukan tindakan pencegahan dan menerapkan tindakan yang dirancang untuk mencegah agar tidak terjadi;
d) Mencatat dan mengkomunikasikan hasil-hasil tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan yang dilakukan;
e) Meninjau efektifitas tindakan perbaikan dn tindakan pencegahan yang dilakukan.

Bila tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan menimbulkan adanya bahaya-bahaya baru atau yang berubah atau perlu adanya pengendalian baru atau diperbaiki, prosedur harus mensyaratkan bahwa tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan sudah melalui penilaian risiko sebelum diterapkan.

Setiap tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan yang diambil untuk menghilangkan akar penyebab ketidaksesuaian yang actual dan potensial harus sesuai dengan besarnya masalah dan seimbang dengan risiko-risiko K3 yang dihadapi.
Organisasi harus memastikan bahwa setiap perubahan yang timbul dari tindakan perbaikan dan pencegahan dibuatkan dalam dokumentasi system manajemen K3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *