Daily Archives: December 6, 2012

4.6 Management review

4.6 Management review
Top management shall review the organization’s OHSAS management system, at planned intervals, to ensure its continuing suitability, adequacy and effectiveness. Review shall include assessing opportunities for improvement and the need for changes to the OHSAS management system, including the OHSAS policy and OHSAS objectives. Records of the management reviews shall be retained;

Input to management reviews shall include:
a) Resuls of internal audits and evaluations of compliance with other requirement to which the organization subscribes;
b) The results of participation and consultation (see 4.4.3);
c) Relevant communication(s) from external interested parties, including complaints;
d) The OHSAS performance of the organization;
e) The extent to objectives have been met;
f) Status of incident investigations, corrective actions and preventive actions;
g) Follow-up actions from previous management reviews;
h) Changing circumstances, including developments in legal and other requirements related to OHSAS; and
i) Recommendation for improvement.

The outputs from management reviews shall be consistent with the organization’s commitment to continual improvement and shall include any decisions and action related to possible changes to:
a) OH&S performance;
b) OH&S policy and objectives;
c) Resources; and
d) Other elements of the OH&S management system.

Relevant outputs from management review shall be made available for communication and consultation (see 4.4.3)

4.6 Tinjauan Manajemen
Manajemen puncak harus meninjau system manajemen K3 organisasi, secara terencana, untuk menjamin kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya secara berkelanjutan. Proses tinjauan manajemen harus termasuk penilaian kemungkinan-kemungkinan peningkatan dan kebutuhan perubahan system manajemen K3, termasuk kebijakan K3 dan tujuan-tujuan K3. Catatan hasil tinjauan manajemen harus dipelihara.

Masukan tinjauan manajemen harus termasuk;
a) Hasil audit internal dan evaluasi kesesuaian dengan peraturan perundangan dan persyaratan lain yang relevan dimana organisasi menerapkannya;
b) Hasil-hasil dari partisipasi dan konsultasi (lihat 4.4.3)
c) Komunikasi yang berhubungan dengan pihak-pihak eksternal terkait, termasuk keluhan-keluhan;
d) Kinerja K3 organisaahan;
e) Tingkat pencapaian tujuan-tujuan;
f) Status penyelidikan insiden, tindakan perbaikan dan pencegahan;
g) Tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya;
h) Perubahan yang terjadi, termasuk perkembangan dalam peraturan perundangan dan persyaratan lain terkait K3; dan
i) Rekomendasi peningkatan.

Hasil dari tinjauan manajemen harus konsisten dengan komitment organisasi untuk peningkatan berkelanjutan dan harus termasuk setiap keputusan dan tindakan yang terkait dengan kemungkinan perubahan;
a) Kinerja K3;
b) Kebijakan dan tujuan-tujuan K3;
c) Sumberdaya ; dan
d) Elemen-elemen lain system manajemen K3

Hasil-hasil yang relevan dengan tinjauan manajemen harus disediakan untuk kebutuhan komunikasi dan konsultasi (4.4.3)

4.5.5 Internal audit

4.5.5 Internal audit
The organization shall ensure that internal audits of the OH&S management system are conducted at planned intervals to:
1. Determine whether the OH&S managements system:
a) Conform to planned arrangements for OH&S management, including the requirements of this OHSAS Standards; and
b) Has been properly implemented and is maintained; and
c) Is effective in meeting the organization’s policy and objectives;
2. Provide information on the results of audits to management.

Audit programme(s) shall be planned, established, implemented and maintained by the organization, based on the results of risk assessments of the organization’s activities, and the results of the previous audits.

Audit procedure(s) shall be established, implemented and maintained that address;
a) The responsibilities, competencies, and requirements for planning and conducting audits, reporting results and retaining associated records; and
b) The determination of audit criteria, scope, frequency and methods.

Selection of auditors and conduct of audits shall ensure objectivity and the impartiality of the audit process.

4.5.5 Audit internal
Organisasi harus membuat dan memelihara program dan prosedur untuk pelaksanaan audit system manajemen K3 secara berkala, agar dapat:
1) Menentukan apakah system manajemen K3:
a) Sesuai dengan pengaturan yang direncanakan untuk manajemen K3, termasuk persyaratan Standar OHSAS ini, dan
b) Telah diterapkan dan dipelihara secara baik dan
c) Efektif memenuhi kebijakan dan tujuan-tujuan organisasi
2) Memberikan informasi tentang hasil audit kepada pihak manajemen.

Program audit harus direncanakan, dibuat, diterapkan dan dipelihara oleh organisasi, sesuai dengan hasil penilaian risiko dari aktivitas-aktivitas organisasi, dan hasil audit waktu yang lalu.

Prosedur audit harus dibuat, diterapkan dan dipelihara yang menjelaskan:
a) Tanggung jawab, kompetensi, dan persyaratan untuk merencanakan dan melaksanakan audit,melaporkan hasil audit dan menyimpaan catatan-catatan terkait; ddan
b) Menetapkan criteria, ruang lingkup, frekuensi dan metode audit.

Pemilihan auditor dan pelaksana audit harus memastikan objectivitas dan independensinya selama proses audit.

4.5.4 Control of record

4.5.4 Control of record
The organization shall establish and maintain records as necessary to demonstrate conformity to the requirements of its OH&S management system and of this OHSAS Standard, and the results achieved.

The organization shall establish, implement and maintain a procedure(s) for the identification, storage,protection, retrival,retention and disposal of records.

Records shall be and remain legible, identifiable and traceable.

4.5.4 Pengendalian catatanion
Organisasi harus membuat dan memlihara catatan sesuai keperluan untuk memperlihatkan kesesuaian dengan persyaratan system manajemen K3 organisasi dan Standar OHSAS ini, serta hasil-hasil yang dicapai.

Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk mengambil , menahan dan membuang catatan-catatan.

Catatan harus dan tetap dapat dibaca, teridentifikasi dan dapat dilacak.