Category Archives: Quality

Draf Standar Internasional ISO 9001: 2015

Quality Management System (DIS) ISO 9001: 2015

Introduction
1.1 General
The adoption of a quality management system ought to be a strategic decision for an organization. A robust quality management system can help an organization to improve its overall performance and forms an integral component of sustainable development initiatives. The design and implementation of an organization’s quality management system is influenced by the context of the organization and the changes in that context, particularly with respect to:
a) its specific objectives
b) the risks associated with its context and objectives;
c) the needs and expectations of its customers and other relevant interested parties;
d) the products and services it provides;
e) the complexity of processes it employs and their interactions;
f) the competence of persons within or working on behalf of the organization;
g) its size and organizational structure

The context of an organization can include internal factors such as organizational culture, and external factors such as the socio-economic conditions under which it operates; consequently all the requirements of this International Standard are generic but the ways in which they are applied can differ from one organization to another. Accordingly, it is not the intent of this International Standard to imply the need for uniformity in the structure of different quality management systems, or uniformity of documentation to align to the clause structure of this International Standard, or to impose specific terminology to be used within the organization.

The quality management system requirements specified in this International Standard are complementary to requirements for products and services

Information marked “NOTE” is for guidance in understanding or clarifying the associated requirement

This International Standard can be used by internal and external parties, to assess the organization’s ability to consistently meet customer, statutory and regulatory requirements applicable to the products and services it provides, the organization’s own requirements and its aim to enhance customer satisfaction

Terjemahan Sistem Manajemen Mutu (DIS) ISO 9001: 2015
Pengantar

1.1 Umum

Adopsi sistem manajemen mutu harus menjadi keputusan strategik organisasi. Sistem manajemen mutu yang kuat dapat membantu suatu perusahaan untuk meningkatkan kinerja keseluruhannya dan membangun komponen integral dari inisiatif pembangunan berkelanjutan. Rancangan dan implementasi sistem manajemen mutu organisasi dipengaruhi oleh konteks organisasi dan perubahan-perubahan dalam konteks, khususnya terkait dengan:
a) tujuan-tujuan spesifiknya;
b) resiko-resiko terkait dengan konteks dan tujuan-tujuan;
c) kebutuhan-kebutuhan dan harapan-harapan pelanggan-pelanggannya dan pihak-pihak terkait lain terkait;
d) produk-produk dan jasa-jasa yang disediakannya;
e) kompleksitas proses-proses yang digunakan dan interaksi-interaksinya
f) kompetensi personil-personil dalam atau atas nama organisasi;
g) ukurannya dan struktur organisasi

Konteks organisasi dapat meliputi faktor-faktor internal seperti budaya organisasi dan faktor-faktor eksternal seperti kondisi sosial-ekonomi dimana perusahaan beroperasi; sebagai konsekuensinya semua persyaratan Standar Internasional ini bersifat generik tetapi cara-cara penerapannya dapat berbeda dari satu organisasi ke organisasi lain. Oleh karenanya, bukanlah tujuan dari Standar Internasional ini untuk mengimplikasikan kebutuhan terhadap keseragaman struktur sistem manajemen mutu, atau keseragaman dokumentasi untuk mengaitkan struktur klausul Standar Internasional ini atau untuk menekankan pada terminologi spesifik yang digunakan dalam organisasi.

Informasi ditandai dengan “CATATAN’ sebagai pedoman dalam pemahaman atau klarifikasi persyaratan terkait.

Standar Internasional ini dapat digunakan oleh pihak internal dan eksternal, untuk menilai kemampuan organisasi secara konsisten memenuhi persyaratan pelanggan, peraturan dan panduan pemerintah yang berlaku pada produk dan jasa organisasi, persyaratan organisasi sendiri dan tujuannya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Menuliskan Fakta bagi Orang Lapangan

Para profesional sering memberikan identitas dirinya sebagai orang lapangan dan back office. Di dalam pernyataan tersebut, profesional yang menyebut dirinya orang lapangan menegaskan bahwa tulis-menulis sebagai bagian dari laporan atau apapun bukan bagian dari identitasnya dan seharusnya tidak dilakukan.

BENARKAH??

Fenomena ini umum ditemui penulis sebagai auditor manajemen dan mengganggap pelaporan tertulis (baca hardcopy dan softcopy) merupakan gangguan. Masalah ini dapat dilihat dari sudut pandang lain (manajemen), bagaimana saya tahu sebagai manajemen kalau anda sudah melakukan semua tugas-tugas dan seberapa baik? Jawaban terhadap pertanyaan ini tentunya adalah laporan tertulis melengkapi hasil pekerjaan riil di lapangan tersebut. Mesin sudah beroperasi kembali, pipa aliran gas sudah

Understanding and Implementing ISO 9001

iso-9001The ISO 9001 model is based on a specific management philosophy. This philosophy determines the structure, planning and implementation of the standard. It is the single most important element which is embedded within the standard. It’s called the Shewhart/Deming Cycle. It is a simple but powerful concept. This cycle contains four elements:

Plan > Do > Check > Act

where as an organization,

  • You plan the elements of the QMS in order to meet customer requirements and enhance their satisfaction;
  • You implement the QMS as per the plan;
  • You monitor, measure and analyze the performance of the QMS against the plan; and
  • You take actions to continually improve the QMS.

You will also need to apply the same philosophy when managing the processes that make up the QMS, where